Gunung Everest di China Dibuka Kembali? Setelah Berhenti Dibuka Selama Bertahun-Tahun!

Gunung Everest di China Dibuka Kembali? Setelah Berhenti Dibuka Selama Bertahun-Tahun!

Smallest Font
Largest Font

Jalan-Jalan.com - Gunung Everest merupakan salah satu puncak tertinggi di dunia. Gunung ini terletak di perbatasan antara Nepal dan Tibet yang merupakan bagian dari Republik Rakyat Tiongkok (Cina). Meskipun puncak utamanya berada di Nepal, puncak utara Gunung Everest juga terletak di wilayah Tibet. Pendakian Gunung Everest dari sisi Tibet semuanya diatur oleh pemerintah Tiongkok dan melibatkan izin khusus serta pendampingan dari tim lokal. Pendaki biasanya memulai perjalanan mereka dari Kota Tingri atau Pangkalan Everest di Rongbuk, yang merupakan camp dasar terakhir sebelum memulai pendakian menuju puncak.

Rute pendakian utama dari sisi Tibet adalah rute Utara yang kurang ramai dibandingkan rute dari sisi Nepal. Pendaki harus melewati lanskap yang lebih keras dan ekstrem, termasuk harus melintasi Khumbu Icefall dan melewati "Death Zone" yang terletak di atas ketinggian 8.000 meter.

"Death Zone" merupakan istilah yang digunakan dalam pendakian gunung untuk merujuk pada ketinggian yang sangat tinggi. Ketersediaan oksigen sangat rendah sehingga sulit bagi manusia untuk bertahan hidup tanpa tambahan oksigen. Pada ketinggian tersebut, tekanan udara sangat rendah sehingga paru-paru tidak dapat menyerap oksigen dengan efisien, tubuh manusia tidak bisa berfungsi dengan baik tanpa oksigen tambahan. Di ketinggian tersebut, angin kencang sering terjadi, meningkatkan hipotermia, dan mempersulit keadaan. Pada ketinggian tersebut, paparan sinar ultraviolet matahari dapat meningkat secara signifikan. Hal tersebut meningkatkan risiko luka bakar matahari dan kerusakan kulit.

Selama musim pendakian, kawasan sekitar Pangkalan Everest di Rongbuk menjadi pusat kegiatan dengan banyaknya kemah dasar tinggi, tim pendukung, dan fasilitas pendukung lainnya untuk pendaki. Akan tetapi, semenjak COVID-19, Gunung Everest ditutup dan pendaki asing dilarang masuk. Sebenarnya, Gunung Everest tidak ditutup secara resmi karena COVID-19, tetapi pandemi COVID-19 telah memiliki dampak signifikan pada industri pendakian gunung di seluruh dunia, termasuk pendakian Gunung Everest. Pada awal pandemi, Nepal dan Tiongkok menutup jalur pendakian Everest untuk sementara waktu sebagai langkah pencegahan untuk mencegah penyebaran virus.

April 2024 ini, Cina akhirnya mengizinkan pendaki asing untuk mengakses Gunung Everest melalui Tibet. Orang asing yang memiliki visa turis ke China harus memiliki visa tambahan yang berbeda untuk Tibet. Terdapat maksimal 300 izin yang tersedia setiap tahunnya untuk pendaki asing mendaki Everest. Biasanya, pendakian di Everest dilakukan di akhir April hingga pertengahan Mei. Akan tetapi, sebelum mendaki, pendaki dari luar negeri harus karantina selama satu minggu dan menunjukkan sertifikat yang membuktikan bahwa mereka sehat.

Terdapat aturan baru jika kamu mau mendaki di Gunung Everest, yaitu dilarang untuk buang air besar sembarangan di sana. Jika kamu mau buang air besar, kamu harus membersihkan kotoran kamu dan membawanya kembali untuk nantinya dibuang. Hal tersebut dilakukan karena Gunung Everest dirasa sudah mulai berbau busuk. Hal tersebut tentunya memperburuk citra Gunung Everest.

Selain kotoran manusia, masalah lainnya yang ada di Gunung Everest adalah sampah. Banyak pendaki yang masih membuang sampah sembarangan di sana. Di atas Gunung Everest, terdapat 3 ton kotoran manusia dan sampah.

Meskipun Gunung Everest telah dibuka kembali, jumlah pendaki yang diizinkan tidak sebanyak saat pandemi. Setiap musim, jumlah pendaki yang diizinkan dibatasi. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para pendaki dan petugas pendakian. Selain itu, masih ada persyaratan lain terhadap kemampaun pendaki untuk mencapai puncak gunung.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Paling Banyak Dilihat